Semua Diciptakan dengan Tujuan


Pernahkah kamu bertanya – entah kepada diri sendiri atau teman terdekatmu mengenai sesuatu hal yang rasanya ingin (sesuatu tersebut) kembali. Menurutmu, untuk apa Allah  SWT mempersatukan sesuatu bila pada akhirnya dipisahkan? Untuk apa tujuan Allah SWT mendekatkan kita dari sesuatu padahal akhirnya dijauhkan juga? Dan untuk apa tujuan Allah mempertemukan sesuatu bila akhirnya sesuatu itu dihilangkan?
Aku tidak membenci suatu hal yang terpisah tersebut, dan aku tidak membenci sesuatu yang pada akhirnya harus menghilang itu. Tidak. Kalaupun aku membenci yang sudah tidak ada, apakah sesungguhnya aku juga akan membenci Allah SWT? Naudzubillah. Karena kehendak-Nya lah semua kejadian itu terjadi.
Pada hakikatnya, manusia yang menemukan sesuatu hal yang berharga, akan ada rasa ingin memiliki seutuhnya. kemudian, mereka akan memegang erat sesuatu itu dan berharap tidak lepas dan tidak hilang. Namun, manusia lupa bahwa seerat apapun mereka menggenggam sesuatu, pada akhirnya akan lepas juga. Karena pada dasarnya, semua apapun yang kita genggam erat, bukan 100 persen milik kita. Tidakkah kau berfikir, bahwa lagi-lagi ini berasal dari kehendak Allah SWT? Hanya Allah yang bisa melakukan suatu hal yang tak terduga dalam scenario indah-Nya, Jadi, apakah kita pantas bahwa kita ingin memiliki sesuatu yang berharga itu sepenuhnya?
Allah SWT maha baik kepada hamba-Nya untuk belajar. Ia menyatukan sesuatu dengan tujuan, apakah dengan bersatunya kita terhadap sesuatu itu kita akan terlena. Sementara Allah SWT memisahkan sesuatu, agar kita belajar merelakan titipan atau pemberian dari-Nya.
Allah SWT mendekatkan kita pada sesuatu, agar kita dapat belajar apakah kita bisa membedakan – yang dekat dengan kita apakah yang baik atau yang buruk. Allah SWT menjauhkan kita pada sesuatu, agar kita belajar memahami, bahwa sesuatu yang semakin jauh adalah yang tidak seharusnya kita dekatkan.
Allah SWT akan mempertemukan sesuatu, yaitu agar kita belajar kepada sesuatu yang baru kita temukan. Dan Allah SWT menghilangkan sesuatu – entah yang baik ataupun yang buruk – agar kita dapat mengikhlaskan, bahwa yang hilang bukanlah memang milik kita.





Postingan Populer