puisi
Melepaskan
Apa
jadinya...
Apabila
malam melepas bulan
Apabila
fajar melepas matahari
Apabila
dunia melepas keindahannya
Apa
jadinya...
Apabila
dunia kehilangan semua
Gelap,
hanya gelap yang ada
Tanpa
ada keindahan, dan tanpa ada pesona
Dan apa jadinya...
Dan apa jadinya...
Apabila
aku harus melepasmu
Melepas
yang dulu, tanpa harus merindu
Melepas
bayangmu, dan melepas segala hal tentangmu
Takkan
ada tawa, takkan ada lagi canda
Sunyi,
sepi, bahkan jangkrik pun tak bersuara
Hanya
ada suara angin, yang berbisik kepadaku
‘seperti itulah, bila kau melepasnya’
Selasa, 11-11-2014
Untukmu, yang bayangnya selalu kurindu
