Sekilas Cerita
Minggu-Minggu ini
Jumat, 29 november
2013
Jujur.
Peristiwa yang aku tidak tahu tanggal kejadiannya itu selalu saja
mengingatkanku – cinta yang pahit, cinta yang sakit. bahkan ketika aku selalu
berusaha melupakan peristiwa apa yang aku lihat itu terus dan terus saja ada
dalam otakku. Apakah aku terlalu takut untuk membuangnya? Padahal peristiwa
itu, membuatku benar-benar ingin menangis.
Kenapa
sih, terkadang cinta itu enggak memihak kita sama sekali? Kenapa sih, cinta itu
datang ketika kita sudah berusaha melupakan? Dan kenapa sih, cinta itu selalu
saja ada yang terluka?
Sejujurnya,
aku benar-benar enggan untuk berkomentar banyak mengenai peristiwa ini. Dan
sebenarnya, aku bahkan sudah muak kepada peristiwa itu sendiri untuk menulis
dalam cerita ini. Namun jika aku tidak menuliskannya, otakku akan terus
mengulang dan mengulangnya lagi. Walau aku tahu, aku bahkan menangis ketika
jemariku terus saja mengetik kata demi kata alur yang terjadi dalam netbook
kecilku.
Sudah
berulang kali, kejadian itu ada lagi. Dan sudah berulang kali, aku melihat
kejadian ini dengan kedua mataku. Mengapa sih aku harus melihat beberapa
peristiwa yang membuatku menangis? Mengapa harus aku? Mengapa tidak yang lain,
atau bahkan temanku sendiri saja?
Aku
tahu, mungkin aku yang terlalu over thingking. Atau mungkin, aku terlalu egois.
Atau mungkin, aku yang terlalu cemburu melihatnya? Aku tahu cemburu itu memang
hal yang wajar. Namun aku cemburu tidak sekali dua kali datangnya. Bahkan terus
menerus. Atau mungkin, aku yang lebay dan terlalu over? Semoga saja begitu.
Setiap
kali aku melihat mereka, selalu saja hatiku terluka. Sebab sejak beberapa hari
terakhir mereka selalu saja bersama. Entah disengaja, maupun enggak. Entah
bercanda bareng, atau hanya sekedar ngobrol biasa. Namun mengapa hanya dengan
perempuan itulah aku cemburu?
Mungkin
kalian belum begitu mengerti mengapa aku bisa se-cemburu ini. Karena aku tahu,
aku sudah sedikit membuka hati dengan laki-laki itu. kau tahu mengapa kini aku
sudah mulai membuka hati kepada seseorang itu? Ya, karena hal yang sepele sih
sebenarnya. Hanya karena aku selalu diledekin dengan temanku. Sepele, kan?
Dua
orang temanku bilang, laki-laki yang aku cemburui itu menyukai aku. Sebab, dari
hal yang dia lakukan untukku ke orang lain itu beda. Tatapan matanya kepadaku
juga beda. Katanya. Aku enggak berani berkata lebih, hanya sekedar candaan aku
membalas ucapan dua orang temanku itu. Dan aku
bahkan tidak percaya sama sekali jika laki-laki itu menyukaiku. Mungkin
itu hanya sebuah feelingku yang tidak jelas.
Intinya
aku enggak berharap lebih. Dan aku enggak mau 100% kepedean. Yang jelas, aku
tetap ingin semuanya baik-baik saja. Dan hubungan aku ke dia enggak berlebihan
banget. Aku tidak ingin terlalu pede bahwa dia menyukai aku. Sebab jika begitu,
aku akan terus terluka dan terluka jika aku melihat laki-laki itu bersama
perempuan itu.
