Cerita Bersambung 6
If U
Know What I Mean
Part 6
Sore ini aku benar-benar dipusingkan oleh urusan dress.
Ya, janjiku kepada Lysa harus dipenuhi
bahwa aku harus datang ke Pestanya. Bukan hal yang mudah untuk mix and match gaun tersebut. Apalagi,
Lysa memintaku untuk memakai gaun merah. Sementara aku tidak mempunyai gaun
sama sekali di lemari pakaianku.
“gaun apa yang harus kupakai?”
tanyaku sedikit kesal–sambil mengobrak-abrik isi lemariku. Dan tiba-tiba
nenekku pun datang.
“ ada apa Taya? Kau begitu
sibuk” tanya nenekku dengan heran.
“aku sedang mencari-cari pakaian
yang cocok untuk pergi ke pesta temanku, nek” jawabku–masih mencari pakaian apa
yang cocok untuk ke pesta Lysa, “kira-kira apakah nenek mempunyai gaun pendek berwarna
merah? Yaa..mungkin nenek masih menyimpannya sewaktu nenek muda” tanyaku berharap
cemas.
“entahlah, nenek lupa. Mari kita
ke kamar nenek. Mungkin saja ada” jawabnya tidak terlalu yakin. Namun
kuberharap semoga saja ada sebuah gaun. Apa saja, kini aku tidak mempedulikan
warna atau model.
Akupun
segera ke kamar nenek. Kulihat isi lemarinya. Barang-barang semasa mudanya
masih disimpan dengan rapi dan apik. Aku sangat suka dengan salah satu
kepribadian nenekku yang tidak penah menyia-nyiakan barang. Tidak seperti
diriku.
“waah, kau beruntung Taya. Nenek
ternyata masih menyimpan gaun merah namun dengan model yang panjang” nenekku pun
menunjukkan gaun merahnya kepadaku. It’s...Amazing!
Rupanya, harapanku pun
terkabulkan juga. Dan aku sangat senang karena gaun tersebut berwarna merah.
Dan aku yakin Lysa pasti akan senang melihatku mengenakan gaun merah ini.
“ apakah ini punya nenek?”
tanyaku sambil mencoba menempelkan gaunnya di tubuhku, berharap ini pantas
untukku. Walau gaun ini terlihat sedikit ‘lama’, namun modelnya masih sangat
klasik.
“bukan. Ini punya ibumu sewaktu
ibumu masih di Australia. Ini pemberian dari nenek untuk ibumu disaat ibumu berulang
tahun yang ke 17” jawab nenekku.
“waw, ternyata umur gaun ini
lebih tua daripada aku. Aku yakin ibuku pasti akan sangat cantik bila memakai
gaun ini” yakinku sambil tersenyum.
“kaupun begitu, Taya. Kau pasti
sangat cocok dan cantik jika memakai gaun indah ini. Karena kau memang mirip
dengan ibumu” puji nenekku.
“baiklah, aku akan mengenakan
dress ini. Thank you so much,Grandma!” ucapku sambil memeluknya.
“your’re welcome. Sekarang,
berdandanlah agar kamu lebih terlihat cantik” ucap nenekku.
Akupun
segera berlari menuju kamarku. Berharap-harap cemas apakah aku pantas memakai
gaun seindah ini. Aku mencoba berdandan sebisaku dan semampuku. Hanya polesan
bedak tipis, mascara, dan lipstick baby pink agar bibirku tidak terlihat pucat.
“apakah aku terlihat menor?”
tanyaku kepada diriku sendiri di kaca. Aku masih belum yakin aku cocok memakai
makeup.
“mungkin tidak” jawabku yakin
pada akhirnya. Aku kan sudah besar, mana mungkin aku tidak bisa berdandan?
Usai
wajah yang ku makeup, akupun menghias rambutku menggunakkan crown yang berwarna
putih. Dan tinggal menyebarkan aroma parfum yang lembut akupun siap pergi ke
pesta Lysa. Lysa, kuharap kau menyukai hasil riasanku sendiri. Aku akan mencoba
seperti yang kau minta, Lysa. Ya, memakai lipstik ,polesan bedak, dan
berpenampilan anggun. Ya, akan kubuktikan kepada dirimu.
