Diary Kecil



30 juni 2013
8 Hari 9 Jam
Mentari itu datang menemuiku di pagi hari. Semua orang bilang mentari itu menghangatkan mereka. Namun, mengapa aku tidak merasakannya? Mengapa dinginlah yang tiba-tiba datang kepadaku? Apakah mungkin aku yang tidak bisa merasakan kehangatan yang diberikan oleh mentari itu? Atau mentari itukah yang tidak memberikan kehangatannya itu kepadaku? Namun mengapa? Mengapa hanya aku yang tidak diberikan kehangatan dari mentari itu?

Di hari ke delapan. Ya, masih sesuatu yang sangat baru. Masih berupa sebuah hubungan yang terlalu singkat. Bahkan layaknya sebuah cahaya yang melintas. 

Di pagi hari, ketika aku telah membuka mataku. Seperti biasa aku selalu membuka handphoneku. Dia menyapaku lewat sms, namun dengan tidak dengan kata-kata khasnya–yang biasanya selalu ia sebut dengan panggilan kesayangan. Ya, dia selalu memanggilku dengan kata “Ay”. Namun mengapa pagi ini tidak?

Pada awalnya aku membiarkannya. Mungkin dia lupa. Namun, aku ingin dia menyadari tanpa perlu aku beritahu. Dan ternyata tidak. Dia memang lupa. Entah tidak sengaja lupa, atau pura-pura lupa. Aku tidak tahu.

Itu kesalahan yang dibuat oleh dia. Dan masih aku maafkan. Namun, kesalahan baru muncul. Kesalahan itu ada lagi. Dan kesalahan kedua itu adalah: dia menjawab pesanku dengan singkat. Bisa dibilang juga, sangat singkat. Aku tidak tahu mengapa pagi ini dia benar-benar aneh. Akupun bertanya kepadanya mengapa ia seperti itu. Namun ia tidak membalas. 

Dan kali ini aku sedikit geram oleh tingkahnya. Aku tak mengerti apa maksudnya. Apakah ia mempunyai masalah denganku? Aku tidak tahu. Sebab aku bukanlah seorang peramal. 

Dan tiba-tiba mentari pagi itu pergi. Dan kali ini awan kelabu yang datang menghampiriku. Dan kini, aku yang sangat merasakan akan kedatangan awan kelabu itu. Mengapa aku yang pertama kali merasakannya? Ada sebuah firasatkah?

Sebuah pesan singkat diterima olehku. Akupun segera membukanya. Berharap dia sadar akan kesalahan yang telah ia perbuat pagi ini. Namun, pesan itu malah membuatku tersontak kaget. Ya, kaget, kemudian menangis.

Maaf, aku tidak dapat meneruskan hubungan kita lagi. Aku tidak bisa. Lebih baik kita berteman saja. Berteman seperti dulu. Maafkan aku.

          Dadaku sesak. Hampir tidak bisa bernafas. Aku bingung. Aku ingin menangis, namun kepada siapa lagi? Seseorang yang sangat aku cintai, yang aku sangat berharap dan sulit untuk mendapatkannya kini benar-benar ingin menghilang dariku. Aku...bingung. Kaget, menangis, dan berbagai macam perasaan lain yang membuatku sangat sakit. Ya, sakit yang teramat dalam. Apalagi, ini baru pertama kalinya aku merasakan cinta pertama. Di kelas X. Seperti inikah cinta yang pahit? Aku..(tidak bisa menahan kesedihanku)

          Aku menangis di dalam hati. Agar aku tidak ketahuan oleh seorangpun–kecuali Tuhan. Namun, aku segera ke kamarku. Dan benar saja, airmata itu segera mengalir, tanpa izin kepadaku dulu untuk keluar.
Memang kenapa? Kamu sudah tidak suka denganku lagi?

Tanyaku yang benar-benar singkat. Berusaha layaknya orang cuek dan tak peduli.

Bukan seperti itu. Sebenarnya aku masih menyukaimu. Namun kini, perasaanku telah berubah. Kita suka hanya sebagai teman saja sekarang, tidak lebih. Maaf, Ay.

Yasudah tak apa. Maafkan aku juga selama ini. Mungkin kita memang tidak bisa meneruskannya juga, By.

Sejujurnya, aku masih belum terima atas kepergian dia dari hatiku. Aku masih belum ingin kehilangannya. Aku masih memerlukannya. Memerlukan tawanya, rindunya, suka, dan dukanya yang telah ia berikan kepadaku. Dan sejujurnya, ia juga sering menyakiti perasaanku. Namun pada akhirnya aku mengikhlaskan itu semua. Berusaha tidak mengungkit masalah yang ada diantara kita.
Cerita tentang kita, kini sudah tiada. Sudah berakhir. Mungkin, aku juga tidak akan pernah mengganggu dia lagi, dan mengusik dia lagi. Ya, sekali lagi maafkan aku jika karena akulah penyebab semua ini. 

Dan kini, awan kelabu itu mengeluarkan hujan rintik yang berakhir dengan hujan deras. Benar dugaanku. Benar firasatku. Always keep smile, even you cry :)

8 hari di pukul 9 pagi...hfftt...

Postingan Populer