Cerpen nyata alias bohong   :


Gue Sebel sama Loe, Ngerti?

Vivi Varnesia,itulah nama yang diberikan oleh kedua orangtuanya. Kini ia telah menginjak 17 tahun. Hanya berbeda 1 hari dengan hari pahlawan,yakni 11 November. Cita-citanya tinggi,ia ingin menjadi dokter apapun,atlet bulutangkis serta atlet volly. Namun ia belum tahu bahwa cita-citanya itu ia pilih yang mana
Enggak punya sahabat alias sendiri,dan berteman dengan siapa saja. Menurut teman-temannya Vivi anak yang baik, lucu, namun agak sedikit lebay. Kecintaannya pada piano sangat luar biasa. Tapi entah kenapa ia enggan bercita-cita menjadi seorang pianis. Sekarang Vivi sedang tidak punya pacar alias jomblo.
“kayaknya,gue enggak jadi ke rumah loe deh Sar hari ini”kata Vivi sembari meneguk jus jeruk.”kenapa? takut sama nyokap gue? Gak apa-apa lagi!”timpal Sarah.”bukannya begitu,tapi malam ini gue konser piano di gedung teather untuk menjadi pembuka acara”jawab Vivi.”hebat banget loe,Vi! Kecil-kecil sudah jadi pianis!” puji Sarah.”Sar,gue gak mau jadi pianis, menurut gue jadi seorang pianis tuh terlalu lembut gayanya!” Vivi malah mengomel jika dipuji menjadi seorang pianis.” Berapa gaji loe untuk satu kali konser?” tanya Sarah.”hmm... 7-10 juta!”jawab Vivi agak bingung.” 7-10 juta? Yakin loe?”tanya Sarah terheran-heran. Vivi mengangguk,”emangnya kenapa?”.”enggak,hanya sedikit shock aja!”mereka berdua melanjutkan pembicaraan mereka
“yang ini,lagunya bosen. Yang ini,lagunya udah jadul. Mesti ganti lagu baru nih!” keluh Vivi sambil mengganti berbagai lagu yang ada di I-POD nya.” Daripada bosen,mendingan cari baju yang pas untuk konser malam nanti!” ide Vivi muncul. Ia segera ke lemari bajunya yang penuh sesak oleh baju-baju bermerek. Ia menjajal semua baju yang ada di lemarinya, “gimana nih,enggak ada yang cocok?”tanya Vivi bingung.”ahh, ke mall ajalah!”. Biasalah Vivi,ia selalu menghambur-hamburkan uang. Padahal,baju yang ia miliki sangat banyak, bermerek pulq.
“terima kasih ya pak!” setelah Vivi memberi uang tersebut sesuai dengan di argo taksi,ia segera turun dan menuju mall untuk membeli beberapa baju. Ia telah menemukan toko yang pas,ia pun segera mencari-cari baju. Toko tersebut mahal-mahal. Ya,untuk orang menengah ke atas. Ia mencoba beberapa baju pilihannya di ruang ganti. Akhirnya ia menemukan baju yang cocok. Uang yang ia keluarkan hanya untuk membeli 3 baju dan satu shortpants adalah Rp.900.000. Rencananya,ia akan makan di restaurant mall tersebut
KRINGG...suara telpon genggamnya berbunyi,ia segera mengangkatnya.”ada apa,Sar?”tanya Vivi.” Loe dimana Vi?” Sarah balik bertanya.” Engg...Gue di, les piano. Memangnya kenapa?” Vivi sedikit bingung ingin menjawab apa.” Yakin? Masa’ tempat les seberisik itu? Dan enggak ada suara orang berlatih piano?” Sarah curiga.” Inikan lagi jam istirahat,dan gue lagi di ruang kelas”jawab Vivi.” Yakin? Gue ngeliat loe di mall sendiri dan lagi megang belanjaan” kata Sarah.” Loe tau darimana,Sar?”tanya Vivi tak percaya Sontak ia segera menengok ke berbagai arah. Namun tidak ditemukan Sarah”  Dari ujung situ! Dan loe pake pakaian trendy kuning berlengan pendek dan bawahan celana pendek se-lutut jeans. And, pake sepatu kets putih, kan?”jelas Sarah.” Loe mata-matain gue ya Sar? Apa loe ada disini?”tanya Vivi.” Ya iyalah,emangnya gue dukun yang bisa ngeramal loe?” Sarah sebel dengan ejekannya Vivi.” Sorry deh”maaf Vivi..
“Non Vivi! Jangan lupa konser pianonya!” ingat bibi sambil mengetuk pintu kamar Vivi. Vivi tidak membukakan pintunya. “duh,bagaimana ini? Sebentar lagi acaranya mau dimulai! Bisa-bisa,saya kena marah nyonya!” kata bibi.” Pintunya tekunci pula. Aduh,non Vivi, buka pintunya!” teriak bibi. Vivi tak dengar juga. Maklumlah Vivi tak dengar,ia sedang tidur di kamarnya sangat pulas. Jadi,percuma hari ini dia membeli baju,dia ketiduran kok!
Pagi menjelang, matahari masih tersembunyi karena masih malu memancarkan sinarnya.” Emm.. oh iya konser piano” kata Vivi dengan mata yang masih tertutup,sembari ngulet di tempat tidurnya. “oh iya, konser piano! Duh,gimana nih. Telat,telat,telat!”teriak Vivi.” Non,ini sudah pagi”tiba-tiba bibi datang membawa sebuah seragam sekolah.”apa? sudah pagi?”tanya Vivi heran.” Iya,semalam saya sudah bangunkan non,namun nonnya tidak membukakan pintu untuk saya. Apalagi,kamar non dikunci”jelas bibi.”akhirnya saya memakai kunci duplikat dari nyonya” Oh my god! Sepuluh jutaku lenyap!!!”sesal Vivi. Akhirnya Vivi menerima nasibnya tersebut
Di sekolah Vivi menyimpan sebuah rahasia. Rahasia yang sangat besar. Ia telah menceritakan rahasia pribadinya ini ke beberapa temannya yang ia anggap sebagai ‘tidak mulut ember’. Ia menyukai seseorang,bernama Cammie. Anaknya cakep,putih,kaya, dan berhidung mancung pula. Sebenernya Cammie keturunan orang asia barat alias arab,namun ia lahir di Perth. Vivi memendam perasaannya ini sudah lama,ya mungkin sekitar ia baru pertama kali masuk sekolah ajaran baru. Apalagi,Cammie tidak punya pacar alias jomblo
“Vivi,sini deh!” panggil Tessa.” Ada apa,Tes?”tanya Vivi. “tapi loe janji jangan bilang siapa-siapa and loe jangan cemburu”kata Tessa. “iya,memangnya ngapain gue cemburu? Ah, gue tau,pasti loe mau ngebahas soal Cammie,iya kan?”tebak Vivi. Tessa mengangguk. Tessa adalah sahabat Sarah.” Sebenernya Sarah dan Cammie udah jadian”bisik Tessa.” Apa?” tanya Vivi kaget.”gue juga baru tau dari Sarah” jawab Tessa.” Kapan mereka jadian?” tanya Vivi lagi.”tanggal 28 oktober lewat sms”. Gue gak percaya. Sarah yang udah segitu baiknya sama gue ternyata dia berkhianat, kata Vivi dalam hati. Dia pura-pura kalem didepan orang ternyata di belakang menyimpan sesuatu, tambah Vivi dalam hati. Sakit memang rasanya,di khianati teman dekat kita sendiri. Vivi segera berlari meninggalkan Tessa dan menuju tempat lain. Di kursi kecilnya itu Vivi menahan sakit dan perih,sperti ditusuk oleh sebuah pisau tajam yang baru diasah. Ia tidak ingin menangis karena ia tahu belum semua temannya itu mengetaui bahwa ia suka dengan Cammie
Pada saat itu Vivi dan Sarah tidak pernah saling mengobrol. Tiba-tiba Sarah datang ketika Vivi sedang membaca novel di kelasnya.” Kenapa Vi?”tanya Sarah.” Enggak ada apa-apa”jawab Vivi jutek.”loe jujur aja sama gue kenapa loe akhir-akhir ini sering melamun dan pendiam”.” Ngapain gue curhat-curhat lagi sama loe? Loe itu pengkhianat tau gak Sar! Gue benci sama loe!” kata-kata pedas terdengar di telinga Sarah.” Kenapa loe benci gue,VI?”Tanya Sarah bingung.” Udah ya,Sar. Kalau udah jadi pengkhianata tetep aja jadi pengkhianat!” vivi membanting buku novelnya dan berlari menuju kantin seorang diri. Sarah menyusul.” Vi,tunggu! Jangan marah sama gue dong,please!”mohon Sarah.” Sarah,seharusnya loe sadar dong sama diri loe sendiri! Apa kesalahan loe hingga teman loe sakit hati?”Vivi berlari smeakin kencang. “gue benci Loe,tau?!”
Seminggu kemudian Cammie pindah sekolah ke Singapura. Baguslah,untuk membuang semua perasaan Vivi yang telah jatuh cinta pada Cammie. Sekalian,ia ingin balas dendam dengan Sarah. Sementara Sarah hanya menangisi kepergian Cammie-setiap di sekolah.

Postingan Populer